Tiada yang Mustahil, Saat Anak Lumpuh Otak Mampu Menghafal Al-Quran

Identitas Buku


Judul buku        : Fajar Sang Hafizh.

Pengarang        : Azhar Azis

Penerbit            : AQL Pustaka

Tahun Terbit    : Cetakan I, Januari 2017

Tebal halaman  : viii+266 halaman, ukuran 16x16 cm


Sekilas Tentang Buku


Fajar Abdulrokhim Wahyudiono lahir pada tanggal 2 Oktober 2003 di Bandung. Lahir dalam keadaan prematur, Fajar harus dirawat di ruang NICU rumah sakit Hasan Sadikin hampir sebulan lamanya. Pada usia 1 tahun  orang tua Fajar kaget ketika mengetahui ternyata Fajar menderita celebral palsy atau lumpuh otak padahal sebelumnya tidak ada tanda-tanda Fajar memiliki kelainan. 


Menderita celebral palsy, Fajar mengalami beberapa gangguan yang membuat perkembangannya terlambat. Penyakit tersebut mempengaruhi keseimbangan, keterampilan motorik dan otot yang membuat Fajar lebih banyak menghabiskan waktu duduk di atas kursi roda. Siapa sangka dibalik keterbatasannya, Fajar mempunyai keistimewaan yang jarang dimiliki oleh anak seusianya bahkan orang dewasa sekali pun. Sebuah ujian yang membawa keberkahan luar biasa. 


Anak berkebutuhan khusus (ABK) ini terindikasi dan terdeteksi hafal Al-Qu’ran di usia 4 tahun dan kemampuan tersebut baru dipastikan pada usia 9 tahun. Fajar mampu menghafal Al-Qur’an padahal pada saat itu diketahui dia belum bisa membaca. Bagaimana mungkin?


Buku Fajar Sang Hafizh yang terdiri dari 7 bagian ini merupakan kisah tentang tiada yang mustahil di dunia jika Allah berkehendak. Segala menjadi mungkin atas izinNya, Fajar mampu menghafal 30 juz di usia yang masih muda. Atas dedikasi dan kecintaanya pada Al-Qur’an, Fajar dikagumi oleh berbagai kalangan dan dihadiahi naik haji bersama kedua orang tuanya serta dua orang pendamping. Saat buku ini dirilis, Fajar bergabung menjadi santri khusus dan terus aktif belajar tahfizh di Ponpes Ibnu Abbas, Klaten, Jawa Tengah. Selain menjadi penghafal Al-Qur’an, Fajar juga berupaya meningkatkan keilmuan dengan menghafal hadits.


Keajaiban yang didapat Fajar juga tidak lepas dari pola pendidikan dan ikhtiar kedua orang tuanya yang sedari awal memang bercita-cita memiliki generasi Qur’ani. Fajar menyimpan potensi luar biasa dibanding apa yang dimiliki anak-anak seusianya. Kehidupan Fajar tidak lepas dari berbagai ujian tetapi orangtuanya tidak pernah menyerah. Itulah yang menjadi motivasi bagi Bapak Joko dan Bu Heny. Keduanya pantang menyerah untuk mendapatkan sekolah yang layak bagi Fajar. 


Seperti apa kegigihan kedua orang tua Fajar dalam mendidik dan menggali mutiara dalam diri anaknya dapat ditemukan ceritanya dari bagian awal hingga akhir. 


Kesan pribadi mengenai buku


Beberapa waktu lalu saya mengunjungi sebuah toko buku online, hanya berniat membeli sebuah buku cerita anak Islami. Ketika melihat-lihat koleksi di toko tersebut saya tertarik dengan beberapa buku mengenai cara menjadi seorang hafizh. Salah satunya buku ini, Fajar Sang Hafizh. 


Memang buku ini belum masuk kategori buku islami bestseller tetapi rasa penasaran mengantarkan saya membeli buku ini. Saya ingin mengetahui bagaimana bisa seorang yang punya keterbatasan mampu melakukan hal yang luar biasa? Saya yakin ada hikmah yang akan saya dapatkan setelah membaca buku ini apalagi ada tulisan Inspiring Book dan Buku Bergizi.


Benar saja, setelah membaca kisah Fajar saya merasa sangat “tersindir” dan kerdil. Fajar, anak yang saat ini masih berusia 13 tahun sudah berhasil menghafal Al-Qu’ran 30 juz. Tidak hanya itu, dia juga sedang menghafal hadits. Saya sendiri yang sudah berusia kepala tiga rasanya sangat jauh tertinggal. Apalagi jika dibandingkan dari segi fisik. 


Fajar mengalami Celebral Palsi tapi keadaan itu tidak menjadi penghalang baginya. Rasanya kita orang dewasa yang sehat dan fisik berfungsi normal menjadi malu pada diri sendiri dan terlebih sama Allah jika ditanya berapa banyak bacaan dan hafalan Al-Qur’an. 


Bagian yang paling berkesan adalah tentang kegigihan orang tua fajar memperjuangkan agar anaknya mendapatkan guru yang cocok demi mencapai  peningkatan hafalan. Sebuah nilai positif yang dapat menjadi inspirasi dalam dunia parenting.

 

Kelebihan dan Kekurangan Buku


Sebagai pembaca, menurut saya kekurangan buku ini terletak dalam dua hal. Pertama, tampilan fisik. Dari cover cukup menarik tetapi bagian isi layout dan ilustrasinya standar sekali dan halaman per halaman tidak berwarna alias hitam putih. Bagi saya sendiri sebenarnya tidak begitu masalah tetapi saya saya mafhum bahwa sebagian pembaca ada yang menyukai buku dengan desain yang lebih indah. 


Kedua, kuantitas konten. Saya mengapresiasi atas tema yang ditulis sangat berkualitas yaitu mengenai perjalanan seorang hafizh cilik yang punya keterbatasan. Namun, buku ini menurut saya masih kurang dari segi kuantitas atau jumlah halaman. Kalau dijadikan ke format buku standar, buku ini tergolong tipis untuk sekelas buku biografi. 


Disamping itu, entah dalam rangka penekanan atau bagaimana, juga terdapat pengulangan atas kalimat yang sama beberapa kali di halaman berbeda. Misalnya, kalimat Fajar lahir dengan berat badan 1,6 kg diulang-ulang di halaman 30,31, 63 dan 223. 


Meski demikian, jika fokus kepada pesan dan makna yang hendak disampaikan oleh penulis, maka kekurangan-kekurangan itu menjadi tidak tampak dan seakan tertutupi karena berharganya pesan yang disampaikan. Terlepas dari kekurangan tersebut, buku ini saya rekomendasikan bagi mereka yang sedang mencari inspirasi dan membutuhkan suntikan motivasi dalam menghafal Al-Qur’an. 


Buku Fajar Sang Hafizh menurut saya menunjukkan sebuah perjuangan dan kegigihan seorang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dalam menghafal Al’Quran. Oleh karena itu, layak menjadi bahan bacaan bagi yang berencana menghidupkan hafalan Al-Qur’an dalam keluarga, menjadi pelecut semangat bagi yang masih malas menghafal dan jarang murajaah dan bercita-cita menjadi seorang hafizh.

 

Metode-metode didikan orang tua fajar dalam mencetak generasi Qur’ani dari Fajar lahir hingga sekarang dapat menjadi pertimbangan dan inspirasi buat para orang tua. Terlebih bagi anak berkebutuhan khusus beserta keluarganya agar tidak menyerah dalam mencapai mimpi baik mimpi menghafal Al-Qur’an maupun mimpi lain. Buku ini menghidupkan harapan dan optimisme bahwa dibalik kekurangan insaallah ada kelebihan yang dianugerahkan Allah. 


Kata-kata favorit dari buku


Terakhir, ini kata-kata favorit yang saya suka dari buku Fajar Sang Hafizh :

“Karena ibarat kertas putih yang masih bersih, apa yang dia terima itulah yang dia rekam. Daripada mengobatinya susah, jadi kami lebih memilih tidak merusak pikiran anak.” (hal 75)

“Komitmen kami makin kuat setelah Fajar lahir. Kami betul-betul memperkenalkan Fajar dengan lingkungan yang Islami. Kami berusaha tidak memperkenalkan dan memperdengarkan hal-hal yang menurut kami tidak berguna.”(hal.75)

“ Tentu tidak kebetulan bagi Fajar yang lahir dengan berat 1,6 kg itu mampu menghafal Al-Quran. Ada kesabaran, ketekunan, dan optimisme orangtuanya bahwa ia bisa sembuh dengan bacaan Al-Quran. Untuk itu, sejak bayi ia sudah diperdengarkan ayat-ayat Al-Quran.” (hal 30-31)

“Saya tidak pernah meminta kepada Allah agar Fajar sembuh. Karena saya terlalu kecil. Lantas, ketika Fajar sembuh, apakah dia akan tetap menjaga hafalannya....” (hal 88-89)

“Fajar perlu banyak dimotivasi dari lingkungan, terutama orang tua. Fajar bisa menjadi contoh untuk anak-anak lainnya. Apa yang dialami Fajar membuktikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin di mata Allah.”(hal 116)


****

 

Pengalaman Pertama Naik Bus Sendiri dari Jogja ke Bali, Seru Tapi Mendebarkan


Pengalaman naik bus dari Jogja ke Bali ini sebenarnya sudah lama ingin saya tulis tapi baru ada kesempatan sekarang. Berhubung merupakan pengalaman pertama mengadakan perjalanan darat antar pulau seorang diri, jadi memang berkesan hingga hari ini. Saat pertama ke Bali saya tidak naik bus melainkan membeli tiket pesawat Air Asia. Baru bekerja di Bali saya kemudian dihadapkan pada dilema mudik lebaran. Awalnya saya ragu apakah akan mudik lebaran ke Jogja atau tidak.


Satu sisi ingin berkumpul dengan adik-adik di Jogja. Di lain sisi ingin biaya untuk pulang ditabungkan saja karena baru 3 bulan menginjakkan kaki di Bali, kalau tidak pulang rasanya tidak apa-apa. Namun, karena kantor memberikan cuti lebaran sekitar 10 hari, akhirnya saya pun berubah pikiran. Ketika pulang ke Jogja menjelang lebaran saya juga naik pesawat tapi bukan Air Asia lagi melainkan Lion Air. Sebelumnya sempat nanya-nanya bagaimana cara pulang dari Bali ke Jogja jalur darat tapi saya urung karena dapat tiket pesawat murah.


Tak disangka ketika hendak kembali ke Bali harga tiket pesawat terus merangkak naik padahal sudah seminggu lebih pasca lebaran. Biasanya sudah mulai ada penurunan harga tiket tetapi saat itu masih belum ada tanda-tanda. Beberapa hari saya pantau dari siang hingga dini hari, tiket pesawat tetap mahal. Sementara itu, saya sudah harus kembali masuk kantor. Tiba-tiba kembali muncul di pikiran, kenapa tidak mencoba naik bus saja?


Apalagi kalau dibandingkan selisih harga antara bus dan pesawat memang lumayan besar, cukuplah dijadikan buat sewa kontrakan 1 bulan. Memang sih dari segi waktu kita lebih efisien dan efektif naik angkutan udara. Lama perjalanan dari Jogja ke Bali dengan pesawat jauh lebih cepat, hanya memakan waktu sekitar 1 jam 10 menit kalau tidak ada delay. Sementara itu, dari Jogja ke Bali naik bus menghabiskan waktu sekitar 15-20 jam perjalanan. Umumnya berangkat malam hari dan sampai di Bali pagi menjelang siang. Sekian lama duduk di bus, tidak bisa dihindarkan dari jetlag.


Meskipun begitu, motivasi terbesar saya naik bus sebenarnya adalah rasa penasaran. Seperti apa sih rasanya naik bus pariwisata, bus malam, bus besar executive?Seperti apa ketika melewati Selat Bali naik kapal feri?


Disamping itu, saya ingin sekali punya pengalaman baru supaya saya tahu benar bagaimana proses, tahap perjalanan serta perkiraan biaya agar bisa memberikan gambaran buat adik-adik dan teman saya yang berencana wisata ke Bali melalui jalur darat. Saya juga sedikit tertantang untuk melakukan sebuah petualangan, menguji adrenalin.


Kalau naik pesawat melulu yang ada hanyalah kenyamanan dan terbiasa memanjakan diri. Kapan lagi mencoba perjalanan yang menuntut keberanian dan keluar dari comfort zona?Perjalanan yang memberikan pengalaman unik dan sulit dilupakan.


Jalur Darat Jogja ke Bali, Pilih Naik Kereta atau Bus?


Eh, dulu saya pikir ada kereta api langsung lho ke Bali. Sempat mencari di Google layanan kereta api dari Jogja ke Bali. Lupa kalau antara pulau Jawa dan Bali dipisahkan oleh laut. Rute yang benar jika ingin ke Bali dari Yogyakarta adalah naik kereta api di Stasiun Lempuyangan menuju Banyuwangi. Biasanya ada dua pilihan stasiun yaitu Banyuwangi Kota dan Banyuwangi Baru. Kalau ingin mencapai pelabuhan Gilimanuk, lebih dekat berhenti di stasiun Banyuwangi Baru. Nantinya kamu naik kapal feri untuk menyeberang ke Bali dengan biaya tiket sekitar Rp.10.000.


Namun, sekarang tersedia pilihan rute Lempuyangan-Ketapang, saya lihat di website resmi PT.KAI sudah tidak ada pilihan stasiun Banyuwangi Baru yang ada hanyalah Banyuwangi Kota dan Ketapang. Soal harga, mengacu ke website resmi PT.KAI tiket Jogja ke Banyuwangi pada tahun 2020 ini masih sama dengan tahun sebelumnya yaitu Rp.94.000. Oya, jika ingin naik kereta ini kamu akan menghabiskan waktu sekitar 13,5 jam perjalanan dengan kereta api Sri Tanjung.


Dari segi waktu tidak jauh beda antara naik kereta atau bus. Sementara itu, kalau dibandingkan dari segi biaya, sekilas naik kereta api kelihatan lebih murah dan hemat. Namun, kalau memilih naik bus atau kereta, saya lebih merekomendasikan naik bus terutama untuk para wanita yang solo traveling dan pemula. Kenapa? Kalau ditelusuri lebih dalam, sebenarnya biaya yang dikeluarkan hanya selisih sedikit. Belum lagi kalau dilihat dari efisiensi dan efektifitas, menurut saya lebih beruntung naik bus. Kalau naik kereta, jadwal yang ada hanya berangkat pagi dan sampai di Banyuwangi malam hari sekitar jam 21.00 WIB.


Bayangkan dini hari mau ke Bali sendirian, agak ngeri bukan? Mungkin muncul ide menunggu hari pagi dan mencari penginapan, tapi harus mengeluarkan biaya lagi. Jika nekat memacu adrenalin dengan berjalan kaki ke pelabuhan Ketapang di remang malam, perlu diketahui bahwa penyeberangan dari Ketapang ke Gilimanuk hanya memakan waktu sekitar 1-1,5 jam tergantung gelombang air laut. Artinya, kamu akan tiba di Bali tetap dini hari. Itu baru sampai di Gilimanuk, berikutnya kamu pun harus mencari angkutan untuk menuju tujuan. Biasanya juga tidak bisa langsung tapi harus singgah dulu di terminal Ubung baru kemudian mencari angkutan rute sesuai alamat.


Biarlah rugi sedikit naik bus  daripada berhadapan dengan resiko dan konsekuensi yang lebih besar. Memang dari segi harga naik bus agak mahal tetapi kita tidak perlu naik turun angkutan atau gonta ganti kendaraan yang pastinya ribet. Naik bus kita bersama penumpang yang sama dari Jogja hingga ke Denpasar, walau sendirian kita memiliki semacam grup perjalanan. Minim resiko keamanan, lebih nyaman dan rasa capek perjalanan tidak separah naik kereta sambung angkutan beberapa kali. Naik kereta memang memberikan sensasi berbeda tapi harus mandiri mencari rute angkutan berikutnya.


Membeli Tiket Bus Gunung Harta Jogja ke Bali secara Online, Harga, Rute, Jadwal dan Fasilitasnya.

Bus Gunung Harta (Sumber foto : official website Gunung Harta)

Tahap pertama mencapai Bali melalui jalur darat adalah naik bus rute Jogja ke Terminal Ubung. Saya kemudian mencari informasi di mesin pencari tentang bus apa saja yang beroperasi ke Bali. Ada beberapa bus sih tetapi setelah melakukan riset, saya menjatuhkan pilihan pada bus Gunung Harta karena bus ini menurut saya sudah selangkah lebih maju. Tiket bus bisa dipesan secara online.


Saya mencoba melakukan pengecekan di website resmi bus Gunung Harga dan di sana ternyata terdapat informasi mengenai kursi mana saja yang sudah terisi, sudah berapa orang penumpang dan kursi mana saja yang masih kosong. Artinya, saya bisa langsung memilih tempat duduk dari rumah. Saya mengapresiasi bus Gunung Harta ini karena sudah go online, tidak jauh beda dengan cara pembelian tiket pesawat online. Di websitenya juga tersedia pilihan dimana saya akan naik. Apakah saya akan naik di Terminal Giwangan Yogyakarta atau di jembatan layang Janti Yogyakarta.


Banyak yang mencari informasi tentang berapa lama bus dari Jogja ke Bali. Pas saya berangkat dulu, jadwal bus berangkat dari Yogyakarta sekitar jam 5 sore dan saya sampai di kontrakan di Denpasar Selatan sekitar jam 10 pagi. Jadi, kurang lebih perjalanan dari Jogja ke Bali naik bus menghabiskan waktu sekitar 17 jam lebih. Ada yang lebih cepat dan lama dari itu tergantung kondisi bus dan situasi.


Harga tiket pada waktu itu Rp.460.000 sudah termasuk asuransi Jasa Raharja. Kalau sekarang tahun 2020 dalam keadaan normal, bukan masa mudik lebaran dan liburan, harga tiketnya sekitar Rp.270.000 untuk sekali jalan. Oya, menurut saya bus tersebut lumayan bagus dan nyaman karena terdapat fasilitas seperti AC, audio, TV, toilet, USB charger dan ruangan khusus merokok.


Setiap penumpang juga mendapatkan fasilitas makan prasmanan di sebuah rumah makan dan snack beserta air minum. Saat berkunjung ke websitenya, ternyata bus Gunung Harta ini sudah beroperasi lebih dari 15 tahun. Jika kamu tertarik naik bus ini, sebaiknya membaca informasi terlebih dahulu sebelum memutuskan membeli tiket. Kamu bisa berkunjung ke https://www.gunungharta.com/ atau di https://www.traveloka.com/id-id/tiket-bus-travel/gunung-harta atau membaca review para blogger khusus bus Gunung Harta.


Naik Ojek dari Terminal Ubung ke Denpasar


Tahap kedua, setelah sampai di terminal Ubung kemudian perlu melanjutkan ke tujuan misalnya saya ke Denpasar Selatan. Sebenarnya ada beberapa pilihan transportasi dari terminal Ubung menuju Denpasar yaitu naik Sarbagita, naik ojol, taksi dan ojek konvesional. Sarbagita merupakan angkutan kota ber AC dengan beberapa rute seperti Trans Jogja, Batik Solo atau pun Trans Jakarta. Biasanya rute mobil seperti itu agak lama karena berhenti dulu di beberapa shelter. Saya pun memilih naik ojek biasa dengan tarif sekitar Rp.25.000.


Oya, entah karena dalam suasana mudik lebaran, saya agak kaget karena begitu turun dari bus langsung disambut oleh sejumlah aparat berpakaian polisi dan petugas yang memakai seragam pemerintah daerah. Katanya, setiap orang yang masuk ke Bali didata terlebih dahulu dengan menunjukkan KTP. Di samping itu, juga ada sedikit wawancara mengenai tujuan ke Bali. Kita diminta menuliskan nomor KTP, nomor HP beserta keperluan di Bali di kertas yang telah disediakan.


Kesan Pribadi Naik Bus dari Jogja ke Bali


Berdasarkan pengalaman pertama naik jalur darat menggunakan bus dari Yogyakarta ke Pulau Dewata, saya merasa begitu antusias bercampur khawatir. Senang sih karena seperti berpetualang dan menantang. Akan tetapi karena tidak bersama keluarga atau teman, ada rasa harap-harap cemas ketika dalam perjalanan. Namun, setelah sampai di Bali saya sangat lega dan bersyukur dapat pengalaman baru.


Saya agak sedikit capek dan kurang fit  lantaran kurang tidur. Saya tipikal susah tidur kalau dalam perjalanan. Meski demikian, pengalaman tersebut sangat berkesan. Saya masih yakin dan merencanakan kembali ke Bali naik bus di masa mendatang. Saya ingin dari Jogja ke Bali naik bus dan pulangnya naik pesawat. Akan tetapi tidak sendirian melainkan bersama keluarga. Tentu lebih rame dan seru dibanding berangkat sendiri seperti dulu.


Dari segi bus Gunung Harta alhamdulillah tidak ada kendala selama dalam perjalanan. Kondisi bus dalam keadaan baik, sopir juga tidak ugal-ugalan dan lumayan ramah. Saya membaca ada pihak sopir dan bus yang seperti bekerjasama atau mentolerir calo, alhamdulillah ketika naik Gunung Harta saya tidak mengalami. Semua aman terkendali dan nyaman. Jika saya jadi ke Bali nanti, insaallah akan membeli kembali tiket bus Gunung Harta ini.


Tiket yang bisa dibeli secara online melindungi penumpang dari oknum yang kurang bertanggungjawab atau memanfaatkan situasi. Bahkan sekarang Gunung Harta sudah bekerja sama dengan Traveloka. Selain membeli di website dan aplikasi resmi, kamu juga bisa membeli di Traveloka dan mungkin juga ada di situs penjualan tiket lainnya.


Saat saya memesan tiket, pihak Gunung Harta mengirimkan informasi pembayaran dan setelah itu saya mendapatkan e-tiket masuk ke email. Di e-tiket jelas mengenai jam keberangkatan, nomor kursi dan juga ada kontak yang bisa dihubungi. Hal ini membuat saya merasa lebih aman dibanding naik bus yang hanya memberikan kwitansi pembayaran saja, yang tidak mendata penumpang.


Tips Bagi yang Pertama Naik Bus dari Jogja ke Bali



Bagi kamu yang berencana naik bus dari Yogyakarta ke Bali, ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan. Tips berikut ini berdasarkan pengalaman saya dan semoga bermanfaat.



Pertama, pastikan sudah membawa kartu identitas. 

KTP memang tidak diminta ketika membeli dan naik bus. Namun, bukan berarti kamu boleh lalai. Bagi kamu yang berencana ke Bali meski naik bus tetap wajib membawa kartu identitas. Jangan sampai ketinggalan agar tidak diusir oleh tim gabungan yang melakukan pemeriksaan data para penduduk yang datang ke Bali.

Saya baca di berita, pemeriksaan dan pendataan tersebut mulai diperketat dari tahun 2016 hingga sekarang. Bertujuan untuk mengantisipasi adanya pendatang secara ilegal ke Bali. Bagi mereka yang tidak memiliki KTP dan surat keterangan akan dipulangkan kembali ke daerah asal.


Kedua, membawa kain untuk selimut dan bantal. 

Saya kurang ingat tetapi rasanya pada waktu itu bus belum menyediakan selimut dan bantal. Mungkin saya naik bus patas AC biasa karena setelah saya baca lebih teliti, bus Gunung Harta ini memiliki beberapa kelas seperti super eksekutif dan VIP.

Bagaimanapun, fasilitas bus sesuai pilihan kelasnya. Atau mungkin saya yang kurang ngeh. Terlepas dari itu, tidak ada salahnya membawa kain selimut dan bantal sendiri untuk jaga-jaga. Terlebih kamu yang suka memakai peralatan sendiri daripada fasilitas umum.


Ketiga, membawa makanan dan minuman cadangan. 

Tips ini ditekankan kepada kamu yang memiliki masalah dengan pencernaan semisal asam lambung. Makanlah sebelum berangkat karena bus tidak berhenti di sembarang tempat. Pihak bus memberikan fasilitas makan prasmanan satu kali dan juga beberapa snack maupun air minum. Namun, bisa saja menu yang ada kurang sesuai dengan selera kamu atau malah kurang dari porsi kamu biasanya.


Keempat, mengenali mobil dan penumpang. 

Ketika kamu naik bus nanti akan ada bus yang sekilas kelihatan mirip dari segi fisik dan warna maupun merek. Terlebih ketika naik kapal feri, banyak bus yang parkir di sana. Jangan sampai dalam setengah mengantuk kamu nyasar ke bus lain. Cobalah mengingat letak bus dan menandai beberapa penumpang. Atau kamu bisa mengenali sopir, melihat nomor plat bus dan mengambil foto biar gampang.


Kelima, hati-hati dengan calo nakal baik di kapal feri maupun terminal. 

Dari cerita-cerita yang ada, percaloan masih merajalela di mana-mana. Mulai dari yang biasa hingga kasus ekstrem yang berujung dengan kepolisian. Kita memahami mereka yang berprofesi sebagai calo karena ingin berusaha menafkahi keluarganya. Untuk calo-calo yang bijak yang tidak memaksa mungkin bisa ditolerir namun calo-calo nakal lagi bersikap kasar meski diwaspadai. Jika kamu tidak naik bus Gunung Harta, saat kamu memilih bus lain pastikan telah membeli di kantor resmi atau sebaiknya bisa dibeli online. Ini berguna agar kamu tidak terjebak pada rute dan harga yang manipulatif karena ulah calo.


Keenam, menyimpang barang bawaan di tempat yang aman. 

Sedapat mungkin ketika ke Bali kamu tidak membawa banyak barang biar tidak ribet. Misalnya satu ransel punggung dan satu tas jinjing sehingga bisa diletakkan di bagian atas bus. Membawa barang yang agak banyak biasanya diletakkan di bagasi bawah dimana ada kemungkinan terlupa dan rasa khawatir apakah aman.

Selain itu, pisahkan barang-barang yang diletakkan di tempat tas dan barang-barang yang ditaruh di tempat duduk sendiri. Jangan menaruh HP, dompet, laptop dan perhiasan di bagasi. Terus jaga dan cek barang baik selama proses perjalanan hingga sampai di tujuan. Pihak bus menyerahkan tanggung jawab penuh soal barang pribadi kepada penumpang dan bus tidak bertanggung jawab jika terjadi kehilangan maupun kerusakan.


Ketujuh, menyimpan data pembelian tiket. 

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, simpanlah etiket bus di tempat yang aman. Jika ada yang mengklaim tempat duduk pilihan kamu, kamu punya bukti untuk menyanggah. Juga ketika ada pemeriksaan dari petugas bus atau ada pihak yang bertanya, kamu dapat menunjukkan bukti bahwa kamu telah melakukan pembelian dan pembayaran secara online.


Kedelapan, jika dijemput keluarga atau ojek online sebaiknya berjalan kaki keluar dari terminal. 

Sebagian calo maupun ojek konvensional agak sensitif dengan layanan transportasi online baik ojek maupun taxi. Kadang keluarga penumpang yang datang menjemput malah dikira taksi gelap dan tak jarang menimbulkan baku hantam. Mereka merasa bahwa terminal adalah wilayah mereka mencari rezeki sejak dulu. Jangan heran kalau terjadi penolakan dengan ojol dan rasa curiga dengan mobil keluarga yang menjemput.


Tips Tambahan Khusus Wanita yang Solo Traveling


Pertama, menjaga adab baik dalam berpakaian. 

Bagi yang selama ini tidak ambil pusing atau kurang peduli dengan pakaian mungkin bisa dipertimbangkan kembali pemakaiannya jika hendak bepergian. Sebaiknya disesuaikan dengan keperluan dan situasi. Terlebih jika pergi seorang diri, hal yang dianggap kebebasan pribadi seperti cara berpakaian bisa saja menjadi bumerang lho buat diri sendiri.
Walaupun niat saya naik bus sendirian untuk uji nyali, entah mengapa rasa takut terus menghampiri.


Ketakutan saya naik bus sendirian sebenarnya dari segi keamanan terlebih karena saya wanita. Bagaimana kalau ada laki-laki yang berniat jahat? Berita di media cetak dan televisi yang menayangkan berbagai tindak kejahatan terus terbayang-bayang. Kemudian saya mencoba berpikir jernih, sebuah kejahatan mungkin kadang tidak ada niat dari pelaku tapi karena ada kesempatan. Jadi, langkah pertama saya mencoba menjaga adab berpakaian, tindakan preventif.


Setelah saya pelajari ternyata yang naik bus itu lumayan banyak. Apalagi pada peak season lebaran, bus hampir penuh oleh penumpang. Jadi, selagi saya masih bergabung dengan penumpang lain dan tidak memisahkan diri saat istirahat insaallah menurut saya aman. Benar saja, setelah naik bus saya menemukan lumayan banyak penumpang dari kaum hawa. Tidak hanya warga lokal tapi orang asing pun banyak yang berminat naik bus tersebut. Saya menyimpulkan bahwa itu salah satu bukti bahwa perjalanan dengan bus lumayan aman dan nyaman selama masih menjaga diri.


Kedua, membatasi komunikasi dengan orang yang baru dikenal. 

Kita tidak pernah tahu kapan terjadinya sebuah kejahatan. Namun, sebagian besar kejahatan terjadi karena ada celah bagi pelaku. Begitu juga, kita tidak bisa memastikan orang yang baru dikenal adalah orang baik. Bukan berprasangka buruk tapi agar bersikap pertengahan, sewajarnya. Sebaiknya, batasi komunikasi dan informasi pribadi kepada mereka yang dikenal di atas bus. Juga jangan sembarang menerima pemberian orang yang ditemui di perjalanan. Mungkin kamu pernah mendengar ada kasus penumpang yang diberi air minum oleh orang tidak dikenal dan ternyata itu berisi zat kimia yang membuatnya tertidur. Alhasil barang berharganya digasak oleh si penipu.


Pada waktu itu, kebetulan saja ternyata saya duduk berdampingan dengan seorang pria muda. Pria tersebut sempat nanya ini itu termasuk soal kerja saya di Bali dan apakah saya sudah punya pasangan. Jadi, saya mencoba untuk tidak banyak bicara. Meladeni dan menjawab sekenanya saja. Selain itu, saya juga membawakan diri seolah-olah saya sudah sering naik bus dari Jogja ke Bali. Seperti orang yang sudah berpengalaman walaupun hanya berbekal informasi yang didapat di search engine. Cara ini selalu saya pakai jika saya menjadi pendatang baru di sebuah kota atau tatkala kurang menguasai sebuah wilayah. Kalau bersikap bengong dan celingukan bisa-bisa kita jadi santapan mereka yang memanfaatkan keadaan bukan?




Bumi Perkemahan Danau Buyan Bedugul, Lokasi Camping Pilihan Super Indah di Bali


Camping di Bumi Perkemahan Danau Buyan Bedugul Bali banyak diminati oleh siswa maupun mahasiswa di Pulau Bali. Saat ujian hampir usai, para mahasiswa mulai sibuk merencanakan sebuah agenda untuk mengisi liburan. Berkemah merupakan kegiatan yang tepat dalam rangka menjalin kedekatan baik dengan sesama mahasiswa maupun dengan pihak kampus. Tak heran jika pada waktu libur, perlengkapan camping laku keras.


Hampir sudah disewa semuanya sehingga kami agak kesulitan mencari lokasi dan sewa peralatan yang sesuai keinginan. Terutama penyedia lokasi dan peralatan kemah favorit dengan harga murah sekaligus strategis. Bagi yang suka dengan sistem dadakan, biasanya memang akan kesulitan menemukan penyedia sewa yang masih kosong. Oleh karena itu, strategi utama sebaiknya merencanakan camping ini jauh-jauh hari dan melakukan booking tempat maupun perlengkapan sesegera mungkin. Atau membeli peralatan sendiri sehingga tinggal menyewa lokasi.


Berkemah merupakan alternatif pilihan mengisi waktu  yang menyenangkan. Selain menikmati suasana alam yang segar dan udara yang bersih, dapat mengurangi stres dan tekanan setelah sekian lama berkutat dengan kesibukan. Bahkan tak jarang kegiatan berkemah ini menarik perhatian masyarakat umum. Tak hanya mahasiswa, berkemah juga sangat direkomendasikan untuk mengadakan family gathering ataupun acara bagi pegawai kantoran pada akhir pekan. 


Setelah sampai di Danau Buyan Bedugul, saya mendapati peserta kemah didominasi oleh mereka yang telah berkeluarga. Mereka tampak riang gembira memasak dan bersepeda bersama.  Berkemah dan piknik bersama keluarga tercinta di sekitar Danau Buyan Bedugul ini merupakan sebuah kesempatan yang sayang sekali untuk dilewatkan.


Perjalanan dan Rute ke Bedugul 

View lokasi kemah yang kami sewa (Dokpri)



Sekitar bulan Oktober, kami pun beranjak menuju lokasi camping di daerah Bedugul. Sebagai pendatang, saya begitu antusias karena penasaran seperti apa sih daerah tersebut. Bumi perkemahan tersebut berada di kawasan Singaraja, perbatasan antara Tabanan dan Buleleng tepatnya di Desa Pancasari.  Jarak tempuh dari Denpasar ke Bedugul Bali sekitar 53 km dengan jarak tempuh 90 menit tergantung kecepatan. Kamu dapat mengambil rute Jl.Denpasar-Singaraja.


Sementara itu, jarak dari Kuta ke Bedugul sekitar 60 km atau 2 jam 15 menit berkendara. Perjalanan menuju ke lokasi diliputi suasana sejuk sekaligus dingin. Ya, kamu akan disuguhkan dengan pemandangan di pegunungan berupa jalan menanjak dan berkelok yang berada di dalam hutan tropis. Rumah penduduk memang tergolong  jarang disepanjang perjalanan. Namun, tidak perlu khawatir. Jika perut keroncongan, terdapat warung-warung singgah di hampir sepanjang jalan.


Kamu bahkan dapat dengan mudah menemukan warung buat nongkrong minum kopi atau sekedar menyantap mie rebus. Juga ada penjual mie ayam dan bakso. Jika sudah berada di jalan Denpasar-Singaraja tidak susah menemukan Bedugul ini karena jalannya lurus dan searah saja. Ciri khasnya yaitu sekitar 1 km sebelum sampai pada destinasi, akan ditemukan patung jagung tepat di tengah persimpangan jalan.  Lokasi pertigaan ini merupakan jalan menuju Kebun Raya Bali. Juga terdapat pasar traditional sehingga area tersebut tergolong padat dan sedikit macet.


Harga Paket Sewa Tenda, Tiket Masuk dan Fasilitas yang Tersedia


Di lingkungan camping biasanya sudah dilengkapi dengan kamar mandi, tersedia kafe, restoran dan juga penginapan bagi yang memerlukan. Dengan demikian, tidak perlu ragu soal makanan dan air bersih. Kualitas fasilitas yang disediakan memang sangat beragam, tergantung kepada penyedia layanan camping yang dipilih. Jika kamu tipikal orang yang tidak mau sembarangan dalam soal menu makan, membawa bahan masak mentah dan peralatan memasak merupakan ide yang dapat dipertimbangkan. 


Di samping berkemah, kegiatan lain yang dapat dilakukan di area tersebut adalah mengadakan lomba atau permainan. Beberapa penyedia layanan camping menyediakan peralatan sounds system untuk disewakan. Juga terdapat sepeda buat orang dewasa dan anak-anak.  Di sekitar lokasi juga terdapat lapangan parkir yang cukup luas serta adanya penjagaan dari kesatuan keamanan.


Harga paket camping dan sewa tenda berbeda antar penyedia, tergantung masing-masing pemilik. Tenda biasa dengan kapasitas 4 orang disewakan mulai dari harga Rp.125.000-Rp.150.000.  Rata-rata disewakan per tenda berdasarkan ukuran atau model tenda beserta apa saja perlengkapan yang diperlukan. Semakin komplit, semakin naik harga sewanya.


Sementara itu, harga tiket masuk tergolong murah, cukup merogoh kocek Rp.10.000. Adapun latar belakang lokasi camping bukan di atas perbukitan melainkan di tanah lapang berupa padang rumput yang dikelilingi pemandangan ala pegunungan hijau. Di sekitar danau juga tersedia rental perahu atau boat buat berkeliling menikmati suasana di sekitar danau.


Bagi yang beragama Islam, fasilitas tempat ibadah menjadi bagian penting saat pergi liburan. Sekitar 5 menit dari lokasi kemah terdapat sebuah masjid besar. Kamu perlu berjalan ke atas melewati puluhan anak tangga. Dengan air yang terbilang dingin dari mata air pegunungan, shalat dan mengunjungi masjid raya berdesain klasik ini akan melengkapi kegiatan camping.


Pilihan Penyedia dan Rental Camping di Bedugul Bali


Danau Buyan Bedugul Bali yang memang terkenal sebagai bumi perkemahan tidak hanya menjadi ikon wisata tetapi juga sumber mata pencaharian masyarakat sekitar.  Selain berjualan makanan dan minuman, sebagian penduduk membuka jasa penyewaan perlengkapan kemah. Sebenarnya cukup banyak tempat rental camping di Denpasar, hanya saja kamu perlu membawa peralatan tersebut ke Bedugul. Dengan demikian, menyewa peralatan camping di sekitar lokasi jauh lebih efisien dan anti ribet. Di antara penyedia lokasi dan peralatan camping di Bedugul yaitu :


1. Dikubu outbound

Dikubu outbound beralamatdi Jl.Denpasar-Singaraja No.Km.51, Desa Candikuning, Baturiti, Bedugul,Kabupaten Tabanan, Bali 82191 dengan telepon 0813-3919-1587. Lokasinya sangat dekat di pinggir danau dan dekat dengan jalan raya. Kelebihan Dikubu adalah latar pegunungan hijau, tepi danau, kolam memancing dan rekreasi memetik strawberry.


Dikubu juga menyediakan paket wisata petualangan treeking (lintas alam) di hutan dan wisata sepeda. Pengunjung boleh membawa tenda sendiri, cukup membayar sekitar Rp.15.000. Jika menyewa tenda dikenakan biaya sekitar Rp.200.000  di mana harga sudah termasuk 2 matras, 2 bantal dan selimut. Untuk harga paket kelompok, tersedia tenda kecil kapasitas 3 orang dengan harga Rp.300.000 dan tenda besar berkapasitas 5 orang seharga Rp.400.000.


2.Ojear Bali Hills (OBH) Bedugul

OBH Bedugul dikenal juga dengan Taman Tirta Sari Outbound. Menyediakan ATV, camping dan treeking yang beralamat di Desa Pekarangan, Baturiti, Tabanan, Bali 82161 dengan nomor telepon 0811-3852-755. Harga paket camping dengan sewa tenda di OBH mulai dari Rp.75.000 hingga Rp.100.000 tergantung fasilitas. 

Harga Rp.75.000 mendapatkan tempat, tenda, selimut, bantal, kamar mandi dan kamar mandi air panas. Jika tidak menyewa tenda, hanya memakai lokasi dikenakan biaya Rp.35.000 termasuk memakai kamar mandi, air panas dan listrik. Sementara itu, Rp.100.000/orang untuk fasilitas tempat, tenda, selimut, makan 1 kali dan kamar mandi air panas.


3.The Silas’s Agrotourism

Menggunakan slogan Recreation and Education Park, The Sila’s Adventure Camp menyediakan fasilitas akomodasi tenda. The Silas’s beralamat di Br, Batusesa, Desa Candikuning, Kec.Baturiti, Kab.Tabanan, Bali 82191 dengan telepon 0857-3710-2000 atau 0857-3710-3000. Harga paket camping di sini Rp.125.000 termasuk lokasi, tenda, matras, bantal, sleeping bag, listrik, penerangan, kamar mandi, sarapan pagi dan gratis tiket permainan untuk anak-anak.



Penginapan Sekitar Danau Buyan Bedugul


Menginap di alam terbuka dengan memakai tenda memang sangat menarik sekaligus menantang. Akan tetapi, sebagian orang kadang lebih nyaman bila malam hari tidur di penginapan. Bagi kamu yang membutuhkan penginapan, beberapa tempat di bawah ini dapat menjadi alternatif pilihan :


1.Pelangi Homestay 

Beralamat di Jl.Kebun Raya Bedugul, Candi Kuning, Baturiti dan telepon 0823-3422-2223, Pelangi Homestay ini sangat dekat dengan Kebun Raya Bali dan strategis. Tepat berada sebelum bumi perkemahan Bedugul jika kamu datang dari arah Jl.Denpasar-Singaraja. Dengan berlatar pemandangan kebun bunga, penginapan sederhana dan tergolong murah ini cukup banyak dilirik wisatawan terutama pecinta traveling dengan budget terbatas. Harga mulai dari Rp.165.000 termasuk sarapan. Tersedia wifi dan parkir.

 
2.Strawberry Hill Hotel and Restaurant

Penginapan dengan interior seperti bungalow kecil ini dibanderol dengan tarif yang lumayan. Mulai dari harga Rp.450.000 bila kamu sedang beruntung tapi rata-rata harga Rp.600.000. Bagi backpacker mungkin terkesan agak kurang ramah di kantong. Namun, bagi pelancong yang membawa serta keluarga atau bergabung beberapa orang dalam 1 kamar tarif tersebut bisa dibagi sehingga menjadi lebih terjangkau.

Berlatar pemandangan pegunungan, lokasi Strawberry Hill Hotel and Restaurant ini tergolong sejuk, udara bersih dan jauh dari kebisingan. Hotel bintang 3 berfasilitas lengkap ini berada di Jl.Denpasar-Singaraja Km.48, Bedugul, Baturiti, Tabanan, Bali 82191 dan telepon (0368) 21265.


3.CLV Hotel & Villa

Merupakan hotel bintang 3 dengan pemandangan berlatar danau Bedugul. Terdapat beberapa vila yang dapat dipilih dengan berbagai tingkatan harga sewa dan kamar yang cukup luas. Villa sudah dilengkapi dengan dapur, toilet dengan air panas dan ruang tamu. Harga biasanya sudah termasuk  fasilitas seperti TV, sarapan, parkir dan keamanan. Penginapan seperti rumah ini cocok untuk liburan keluarga atau rombongan besar.



Objek Wisata Lain di Sekitar Lokasi Camping 


Rasanya liburan menjadi lebih sempurna kalau sekali jalan mendapat kesempatan mengunjungi beberapa lokasi wisata. Dengan demikian, destinasi yang pernah dikunjungi semakin bertambah dan pengalaman pun semakin banyak. Pada saat berkemah di sekitar Danau Buyan Bedugul, kamu juga bisa singgah di beberapa tempat wisata terdekat. Adapun tempat wisata yang searah dengan Bedugul yaitu : 


1. Kebun Raya Bali

Salah satu view di Kebun Raya Bali (Dokpri)


Jika di Bogor dikenal ada Kebun Raya Bogor, di Bali juga terdapat Kebun Raya Bali atau dikenal juga dengan Bali Botanic Garden. Konon, kebun ini merupakan kebun raya pertama yang didirikan. Kebun ini lumayan dekat dengan lokasi kemah, hanya berjarak sekitar 10 menit. Dengan tarif uang masuk sekitar Rp.9.000/orang diluar biaya parkir, kamu sudah dapat menikmati keindahan kebun yang lumayan luas dan memiliki banyak koleksi botani ini. Selain terdapat beberapa jenis tanaman, di Kebun Raya Bali juga terdapat perpustakaan, laboratorium, penginapan dan toko souvenir.


2. Masjid Besar Al-Hidayah

Selama camping di Bumi Perkemahan Danau Buyan Bedugul, kami sempat beberapa kali berkunjung ke masjid besar ini. Lokasi masjid ini lebih dekat ke lokasi kemah atau berada sesudah Kebun Raya Bali. Masyarakat setempat biasa menyebutnya dengan masjid Candi Kuning. Mungkin karena warna masjid yang didominasi oleh warna kuning keemasan. Begitu juga dengan kampung muslim di sekitar lokasi dikenal juga dengan nama kampung Candi Kuning.


Memandang dari halaman masjid ke arah danau yang dipenuhi kabut saat musim hujan (Dokpri)


Selain aksitektur yang unik dan menarik, hal lain yang berkesan bagi saya adalah landscape di sekitar masjid yang begitu menawan. Lokasi masjid yang berada di ketinggian menjadi tempat yang tepat untuk menyaksikan keindahan danau dan pura. Sayangnya, pada waktu saya kesana pemandangan danau pada musim hujan dari lokasi masjid ini  samar-samar karena terhalang oleh kabut tipis.


3.Pasar traditional 

Sebelum menuju parkir Kebun Raya Bali kamu juga akan menemukan sebuah pasar traditional. Walau tidak begitu besar, pasar tersebut menjual oleh-oleh khas daerah yang dapat kamu bawa pulang buat kerabat. Oya, di sekitar sana juga terdapat penjual bibit dan benih tanaman. Berbagai jenis bunga dipajang sangat menarik perhatian. Nah, bagi seorang pekebun dan suka mengoleksi bunga, berkemah ke Bedugul sekaligus dapat membeli tanaman tersebut.


4.Danau Bratan  dan Pura Ulun Danu Bratan

Saat mengunjungi Bedugul, jangan lewatkan keindahan Danau Bratan atau Danau Beratan. Salah satu danau terbaik di Bali ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. Keberadaan bangunan pura menjadi daya tarik tersendiri bagi danau ini terlebih bagi mereka yang gemar mencari spot foto yang instagramable. Berdasarkan sisi sejarahnya, Pura Ulun Danu dibangun di danau Bratan sebagai tempat pemujaan Sang Hyang Dewi Danu, yang berdasarkan kepercayaan orang Bali dapat mendatangkan kesuburan.


5.Danau Tamblingan

Oya, di Bedugul sebenarnya terdapat 3 buah danau yaitu Danau Buyan, danau Beratan dan Danau Tamblingan. Danau Buyan terletak di sebelah, Danau Beratan di sebelah Timur dan Danau Tamblingan di sebelah Barat. Danau Buyan merupakan danau terluas di antara ketiga danau tersebut sehingga lebih banyak dikenal orang. Meski demikian, rasanya liburan tidak lengkap kalau hanya mengunjungi danau Buyan atau Danau Beratan. Danau Tamblingan layak dimasukkan dalam daftar destinasi karena menawarkan alam yang indah dan sejuk. Selain itu, danau Tamblingan yang dikenal sebagai kembaran danau Buyan ini juga sering dijadikan lokasi foto prewedding terutama pada saat matahari terbit.


6.Puncak Wanagiri

Berkemah di Bedugul menjadi lengkap setelah mengunjungi puncak Wanagiri yang berada di jalan raya Wanagiri Pancasari Kabupaten Buleleng Bali. Di lokasi wisata yang memiliki view indah ini juga terdapat spot foto instagramable yang unik. Hanya berjarak sekitar 5 km dari Bedugul, rasanya rugi kalau tidak singgah di Puncak Wanagiri ini.


7.Kebun Strawberry

Di Bedugul tidak hanya terdapat satu wisata kebun strawberry tetapi ada beberapa yang dapat kamu pilih seperti Fresh Strawberry, DiKubu Strawberry dan Strawberry Hill Hotel & Restaurant. Waktu camping di lokasi Dikubu Outbound, saya juga menemukan kebun strawberry, hanya saja pada waktu itu buahnya belum matang. Jadi, tanaman strawberry ini panen pada musim-musim tertentu. Di perjalanan kami melihat wisata Kebun Strawberry lain yang lebih luas dan terdapat spot foto maupun rest area tetapi tidak sempat singgah.


8.Handara Golf & Resort Bali

Lapangan golf hijau yang satu ini sangat indah karena dikelilingi oleh pegunungan dan danau. Tak heran bila menjadi idola para wisatawan mancanegara. Namun, untuk menginap dan bermain golf disana kamu perlu merogoh kocek sedikit lebih dalam. Paket yang ditawarkan mulai dari Rp.750.000-Rp.1.800.000 tergantung pilihan.

Waktu saya berkunjung ke Bedugul dulu juga ada semacam wisata peternakan ular. Beberapa orang teman saya ada yang ke sana hanya saja saya kurang berani dan kurang tertarik. Mungkin saat ini sudah mulai dikembangkan tempat wisata terbaru di Bedugul, tetapi secara umum daftar di atas merupakan wisata yang sudah ternama dan berdiri sejak lama.


Kesan dan Pengalaman Selama Camping di Bedugul


Cuaca di sekitar danau buyan ini tergolong dingin pada malam hari, jadi sangat disarankan untuk membawa selimut dan pakaian yang tebal. Terutama bagi yang alergi dingin atau mudah terserang flu sebaiknya membawa sleeping bag. Pada saat saya camping dulu bertepatan dengan musim penghujan, lokasi kemah yang datar tergenang air. Untungnya pihak penyedia peralatan berkemah lumayan perhatian dan membantu mengatasi masalah tersebut.

Hanya saja badan menjadi menggigil kedinginan, begitu juga jarak pandang menjadi terbatas karena hujan membuat lingkungan seperti diselimuti kabut. Alhasil, sepulang dari danau Bedugul saya mengalami demam flu lebih dari seminggu. Untuk mensiasati agar tidak mengalami kejadian tersebut yaitu dengan berkemah pada saat musim panas serta selalu menyediakan makanan maupun minuman yang hangat. Jangan lupa juga membawa kotak yang berisi obat-obatan untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan ya.


Primordial





" Apakah karena Dia tak tampak, mata seakan buta,
sementara wajahNya di setiap sudut berada
Apakah karena Dia tak bersuara, telinga seakan tuli,
sementara puja puji bergema di seantero buanaNya."

" Dialah pemilik segala tapi acap lalai terbawa dalam nyata,
Penglihatan dan pendengaran bak tertutup tiada guna,
Ruh tertimbun debu-debu ambisi, nafsu dan prasangka."

" Duhai diri, insan di tanah fana
Tiada guna berkelana bila tak menuju millah 
Keras nian berhajat, ujungnya sia-sia
Meski seisi semesta dipunya, sekelumit pun tiada akan berasa
Walau membusung dada bak hamba tak bercela
Laknat dan murka tak lepas mendera hingga ujung usia
Sebab kesaksian nan terlupa adalah tanda hina dina."

"Qoolu balaa syahidnaa
Ikrar di rahim sang bunda, masihkah terpatri di relung jiwa? "


Primordial
FZMaret-September 2017
Denpasar-Batusangkar-Payakumbuh
#Contemplation # Tafakkur #Muhasabah # Mahabbatullah

Cinta yang Terbelenggu


" Aku tersandung, jatuh dan terperangkap
Terpenjara dalam sel-sel lena tak bermakna
Di kehidupan ramai tapi paling sunyi
Di ruang dipenuhi riuh gelak calon-calon mati
Tempat tiada arti bagi batin mereka yang berisi.

Kapankah aku lepas dari belenggu
Belenggu kuat yang mencekamku mendekatiMu.

Di segenap penjuru hanya wajahMu menghiasi
Setiap terjaga dari mimpi matahariMu menerangi
Aku hidup menghirup udaraMu sepanjang hari
Aku mengurai rezeki berpijak di ardhiMu
Aku berteduh di bawah payung langitMu
Denyut nadi ini sejatinya dari dan untuk diriMu.

Bilakah jalanku sampai pada cintaMu yang sempurna
Langkah kakiku tertahan alibi dunia
Tangan dan anganku panjang hendak menjangkau dunia
Mataku berbingkai tajam tertuju melihat dunia
Pikiranku mendalam memikirkan dunia
Jiwaku tersangkut kasih dan ragam dunia
Detik-detikku tersita untuk dunia.

Dalam poros dan rotasi siang malamMu,
Bilakah dapat aku memuja karena haus dan rinduku,
Karena jiwa dan ragaku terjatuh kepadaMu,
Bukan karena aku hamba dan Engkau Pencipta
Sebab Engkau paling pantas dicinta di atas tiap-tiap yang ada."

FZ, Denpasar, 27/11/16

Hey, we've just launched a new custom color Blogger template. You'll like it - https://t.co/quGl87I2PZ
Join Our Newsletter