Di manakah kini kerinduan itu?


Di manakah kini kerinduan itu
Saat bulir-bulir bening tak tertampung membasahi pipi
Getaran bersama bisikan lembaran suci dan asmaMu
Lukisan kuat nikmat tak bertepi dariMu
Rasa manis dalam iman, ketenangan bersama ihsan
Mata sembab yang menghitung dosa-dosa

Di manakah kini kerinduan itu
Saat diri tak sabar menunggu panggilan dari rumahMu
Tubuh yang gesit dan tak lelah bergerak menghamba
Saat berdegup terasa kasihMu mengalir dalam darah
Saat setiap helaian nafas bersenandung padaMu
Saat tiada dapat dibendung rasa cintaku kepadaMu

Tuhan, kita begitu dekat tapi kadang terasa jauh
Hiruk pikuk seringkali mencabut rasa-rasaku
Timbul tenggelam dalam arus
Terampas, pergi tidak menentu lantas terlindas

Aku hanyalah insan terasing di dunia penuh gemerlap
Di tempat singgah seperti debu di peta jagat
Tak ingin aku terpikat dengan segala tipu muslihat
Kini aku mengerti hanya denganMu ruh ini butuh terikat
Kerinduan hakiki tidak seharusnya terbagi jika rasa tak berujung akhirat


FZ, Denpasar
11/10/16

Tidak ada komentar:
Write komentar

Hey, we've just launched a new custom color Blogger template. You'll like it - https://t.co/quGl87I2PZ
Join Our Newsletter