dan Kini Hanya Menjadi Narasi......



Di sini, kulihat ruang luas tak bertepi.
Telah terbuka tirai yang tertutupi.
Kabut pun berganti sinar mentari
Kuintip masa depan yang kuukir sendiri.
Lembaran yang dulu terangkai indah, kini patah tak berseri

Kusadari, hari-hari bergulir tanpa permisi.
Tiada lagi perih tak terperi.
Lenyap penyesalan.
Muncul kesadaran.
Terangkat sudah beban-beban.

Atas kasih sayap-sayap bidadari, bumi tempat berpijak hari ini lebih memberi arti bagi seorang manusia yang haus mencari jati diri.
Pun, di bawah langit ini kaki lebih leluasa menapaki padang Ilahi Rabbi.

Tiada perlu ku menagih janji.
Tiada ku merasa merugi lagi terlukai,
Sebab, seiring berpendarnya cahaya pagi, memori itu mulai beringsut pergi dari dalam diri.
dan kini hanya menjadi narasi sebelum akhirnya tenggelam di telan bumi.
Kuyakini ada keindahan yang menanti meski esok hanyalah misteri.



FZ
DN II, 18/09/15

Tidak ada komentar:
Write komentar

Hey, we've just launched a new custom color Blogger template. You'll like it - https://t.co/quGl87I2PZ
Join Our Newsletter